• Perempuan adalah Cuaca

    "Aku ingin menjadikannya sederhana, seperti kacang kepada tepung yang menjadikannya kacang atom. Aku akan menjadikannya sederhana, seperti kopi dengan susu yang menjadikannya kental, eh... malah berpuisi hehehe"


    Gambar diambil dari: http://www.prfmnews.com/


    Entah siapa yang pertama kali mencetuskan kata cuaca untuk perempuan. Namun saya sepakat bahwa perempuan adalah cuaca. Sebentar kemarau, sebentar hujan, sebentar lagi mendung, sebentar lagi cerah. Kadang-kadang mau tak mau kita sebagai lelaki berada pada cuaca tak tentu itu. Kadang kita diajak bahagia untuk bersama-sama menikmati hujan, kadang pula di tengah-tengah hujan kita harus diajak mengerti dan memahami arti menangis bersama.

    Perempuan adalah cuaca, dan laki-laki adalah apa? Terkadang sifat lelaki yang tidak peka terhadap cuacanya perempuan menjadikannya terasa egois karena tidak memahami gejala-gejala kondisi yang terjadi pada perempuan. Paradoks-paradoks akan menghiasi pada hubungan tersebut, seperti:
    "Aku benci kamu tapi aku rindu kamu" atau
    "Aku males menelpon kamu tapi aku ingin mendengar suaramu..."

    Entah sampai zaman apa paradoks itu akan terus muncul, jika kita sendiri tak mampu memahaminya. Lebih tepatnya saling memahami. Oleh karenanya, aku ingin menjadikannya sederhana, seperti kacang kepada tepung yang menjadikannya kacang atom. Aku akan menjadikannya sederhana, seperti kopi dengan susu yang menjadikannya kental, eh... malah berpuisi hehe.

    Mungkin ketika perempuan sedang bercuaca hujan kita harus menjadi bendungan yang menampungnya, ketika dia sedang kemarau maka jadilah Air Condition (AC), ketika dia sedang mendung maka sediakan payung, ketika dia sedang dipenuhi pelangi (cerah) ajaklah dia tertawa bersama, ketika dia sedang berkabut maka terangilah jalannya, dan lain sebagainya

    Lah terus, laki-laki yang harus terus memahaminya dong? kan harusnya saling memahami?

    Benar juga pertanyaanmu, cuma memang itulah tugasmu sebagai lelaki yang mengikuti peribahasa: laki-laki salah, dan perempuan selalu benar.

    Peribahasa macam apa tu?

    Haahaha peribahasa buat kita

    Tapi sejujurnya, pengibaratan saya diatas adalah dalam ranah saling memahami sekaligus saling memerlukan. Artinya ketika kita jadi bendungan/waduk, kita butuh air, AC juga tidak dibutuhkan kalau musimnya dingin, dan kita juga tak butuh payung kalau tidak ada hujan. Nikmatilah perubahan suasana dan cuaca yang ada dengan mempersiapkan system immune yang kuat, yang peka dan tahan dalam setiap kondisi. Begitulah lelaki, diciptakan untuk mengayomi. Sebagai perempuan yang berubah-rubah cuaca itu harusnya juga memahami bahwa tidak setiap cuacanya mampu dihadapi lelaki, karena system immune yang terkuat sekalipun akan bisa jatuh sakit jika ada musim pancaroba yang tiba-tiba. Disitulah fungsi komunikasi sebagai penghubung perasaan dan pikiran diantara laki-laki dan perempuan. Komunikasi adalah solusinya. 

    Irfan red
  • 0 komentar:

    Posting Komentar

    Popular Posts

    Diberdayakan oleh Blogger.

    Daftar Blog Saya

    Pengikut