Pada setiap bulan kau datang tak sarungan
Aku melihatmu memandikan para biduan
Sunggu lucu aku menggerutu
Kau dari kejauhan nampak sumringah dalam tangisan
Ceritanya, aku sudah lupa bagaimana wajahmu meski
seratus persen ku ingat senyummu
Kau mampu mematikanku dengan senyum kecut milikmu
Masih ingat sekali kau sering mengajakku mandi di
kali
Pada sejuta harapan kita yang pernah menjadi semu,
kau pernah menceramahiku:
Hai,
lupakanlah kerumitan di kepalamu, ajaklah masalahmu berlari, kau bisa mati jika berdiam diri!
lalu aku hanya bergumam, sedikit saja berbunyi: oh....
Tenagamu yang sungguh kuat membantingku di sungai
yang airnya ramai
Aku dengan umpatan menjawab tingkah lakumu yang
aneh itu:
Biadab...
Kembalikan bajuku jangan kau buang.. Kita itu bersama dalam satu pakaian…
By: Saendahe



0 komentar:
Posting Komentar