Jangan Hanya Menang Gaya
Ada beberapa orang yang ingin terjun ke digital tanpa mempertimbangkan sistem, teknologi dan filosofi dari keduanya. Jujur saya sedang sangat kecewa pada pelayanan salah satu penerbit besar di Indonesia. Mencoba mengadakan promosi besar-besaran tapi tidak meprediksikan serta menyiapkan sistem dg baik. Saya coba buka sosial media mereka, ternyata ada puluhan bahkan ratusan yang seperti saya (itu yang terlihat), belum yang lain yg masih diam. Sistem mereka down, data banyak yang hilang, dan mungkin tumpang tindih serta tidak sinkron. Lalu setelah seperti itu, tidak mencoba untuk menghadapi itu dg fair. Tidak berani menyampaikan apa adanya dan mengganti kerugian yang ada, malah bertele-tele.
Kenapa saya buat tulisan ini, ya karena memang harus saya suarakan dan karena ada kejanggalan yang teramat besar pada mental bisnis kita. Jangan hanya maunya untung saja, kerugian juga harus dihadapi dengan lapang dada serta gentle. Dalam dunia jual-beli, jangan pernah lupakan makna ini, "pelayanan itu nomor 1 dan kejujuran adalah yang utama".
Saya terkesan mendikte salah satu penerbit besar tersebut. Tapi ini adanya. Dan tidak hanya saya yang merasakan itu. Banyak orang tergopoh-gopoh dan ingin hasil yang langsung besar namun menyiapkan manajemen resiko dilupakan. Oleh karenanya marilah realistis dan jangan rugikan orang lain hanya untuk keuntungan diri sendiri.
Dunia Digital memang memperbesar keuntungan kita, karena jangkauan serta fleksibilitas sangat luas. Namun mau digital, mau konvensional, keduanya tetap ada resiko. Jika konvensional mungkin resikonya adalah barang rusak karena harus didistrubisikan di toko-toko yang jaraknya jauh, kalau digital ya resikonya adalah server down dan data hilang.
Hanya satu saja sebenarnya saran saya pada penerbit tersebut, yakni bersikaplah fair dan sambutlah pelangganmu dengan hangat. Sampaikan problem yang ada dan jika memang harus ganti-rugi lakukanlah. Kenapa demikian? Anda mungkin besar dan punya pengaruh pasar yang luas saat ini, namun jika anda kehilangan pelanggan setia anda maka itu adalah kerusakan yang bahaya bagi kelanjutan bisnis anda. Mungkin tidak langsung sekarang, tapi nanti jika pelanggan-pelanggan anda (katakanlah 10%-nya) lebih sukses dari anda dan memiliki jaringan toko yang besar, mungkin anda akan dipikir ulang untuk diajaknya kerjasama. Maka pikirkanlah dampak ini, dampak lingkungan sosial, demi keberlanjutan yang baik.
Terima kasih
Tidak kusebut nama penerbitnya apa, biarlah pembaca mengambil pelajarannya saja, bukan kepo siapa penerbitnya dan lalu tidak fokus ambil pelajaran, tapi malah fokus membully dan menjelekkan.
Popular Posts
Diberdayakan oleh Blogger.

